Saya ingin

Mei 12, 2008

merubah blog ini menjadi sesuatu yang berguna, ketimbang cuma menjadi salah satu sampah dunia maya. Ngotor-ngotorin aja. tapi mau dijadiin apa yah? sebuah gallery yang isinya sampah photoshop yang tidak jelas? ah tidak, saya minder dengan mister dragan. Atau photo-photo? apa lagi, punya kamera aja tidak. Atau Motion Graphic? hoho bandwith cekak buat upload mister. Lalu apa yah?

If everything made to be broken, then i must always put my finger on the restart button and prepare to restore the innocence of the promise i adored.

My Current Playlist

April 10, 2008

1. Manic Street Preachers - Your Love Alone Is Not Enough (3:55)
2. Travis - The Humpty Dumpty Love Song (5:02)
3. Adam Sandler - I Wanna Grow Old With You (3:20)
4. Billy Myers - Kiss the rain (4:29)
5. Katie Melua - Just Like Heaven (3:33)
6. The Doors - Light My Fire (7:07)
7. Bob Marley - satisfy my soul (4:33)
8. Depeche Mode - Somebody (4:23)
9. Smashing Pumpkins - Ava Adore (4:18 )

Warna-warna

Februari 22, 2008

dini

Photo: Ly / Model: Dini / Photoshop CS3 with a lot of brush.

3400 x 600 pixel

Februari 10, 2008

Tidak ada yang lebih memuakkan dari ini. Re-composite ulang semua hasil kerjaan hanya karena suplier screennya salah ngasi ukuran. Well, kalo cuma animasi singkat dengann resolusi rendah sih mungkin masih tertoleransi. Tapi ini, project dengan ukuran sangat tidak standart, 3400 x 600 pixel, dengan durasi 49 menit 33 seconds. it took 6 fuckin’ hours to renders those things on QuadCore. BLAH!

Yah emang bisa aja sih, ditinggal tidur pas ngerender, but i dont know.. i just love watching that progress bar moving slowly.. frame by frame, mmm sexy.

Namun gimanapun, seperti layaknya semua kesulitan, baik di buku cerita maupun dunia nyata, tetap ada pelajaran yang bisa diambil dari ini semua. “In the middle of deadline, dont forget to stock a lot of pack of cigar”, agar di saat menunggu renderan di dini hari, tidak kehabisan rokok!

Traffic

Januari 4, 2008

Pagi ini sebenarnya saya ga tau mau menulis apa. Namun saat login tadi, di dashboard, section Top post from around WordPress.com ada judul menarik, “Mohon Maaf, Saya Melakukan Penipuan Demi Trafik“. Saya ga mau nulis tentang itu, urusan traffic-traffic blog itu urusannya para selebritis dunia maya, yang jelas saya tidak termasuk didalamnya. Cuma judul itu mengingatkan saya pada satu pertanyaan klasik dari otak saya, “Kenapa sih, walaupun sudah jelas jelas ga bisa jalan karena trafik macet, orang masih saja tetap mencet klakson?”

Teman saya yang cantik ini bilang “karena burung berkicau when they want to.” Mungkin ada benarnya, cuma yang jadi masalah,”kicauan” klakson itu tidak semerdu kicauan Murai batu.

Klakson berbunyi satu nada (sepertinya, itu yang terdengar ditelinga saya), dan dengan ritme yang sama. TET TET TET TET! Despite dari keberisikannya, suasana ini mengagumkan. Karena dalam suasana seperti ini semua orang bisa terbuai dan melupakan identitas diri sebagai individu, bergabung menjadi sebuah entitas bernama “On the way boss, lagi kena macet nih, sialan!”.

Awal tahun ini

Januari 3, 2008

Awal tahun ini, Saya baru saja balik dari Medan. Ketemuan dengan Keluarga, merayakan natal dan tahun baru minus si-kakak. Karena dia sudah berkeluarga, tentu saja dia merayakan-nya bareng keluarganya.

Awal tahun ini, kembali kekantor, kembali dengan rutinitas kerjaan yang kurang lebih sama. Beberapa kerjaan tahun lalu masih ada yang tersisa dan harus di selesaikan dengan segera.

Awal tahun ini, terlalu banyak tuntutan yang sepertinya harus diselesaikan, terlalu banyak ekspektasi yang harus dipenuhi.

Awal tahun ini, Buku “Burung berkicau” oleh A. de Mello SJ jadi buku yang berkesan, banyak jawaban atas pertanyaan-pertanyaan selama ini. Saya tidak bisa menuliskan jawaban-jawaban itu, karena bahkan saya tak tahu pertanyaannya.

Awal tahun ini juga cukup melegakan. Ada sebuah jawaban, Oh bukan, itu bukan jawaban karena apa yang diungkapkan bukanlah satu pertanyaan. Hal ini sudah lama sekali mengendap dalam otak. Membacanya sudah cukup melegakan.

Namun pertanyaan lain muncul; ini keluar saat penerbangan dari Medan ke Jakarta; kenapa setiap Announcement yang dilakukan oleh Flight Attendant, apapun maskapainya, selalu bernada sama?