DING! DONG!

Saya suka bermain ding-dong, dulu. 

Ketika itu uang jajan saya hanya sebesar Rp.100,- per hari. Dan untuk bermain ding-dong, saya harus merelakan diri untuk tidak bersilaturahmi kepada ibu kantin selama 6 hari. Di akhir minggu, duit yang terkumpul cukup untuk memuaskan diri selama beberapa jam di tempat ding-dong.

Sebut saja Golden Axe, 1942, Street Fighter, Captain Commando, Cadillacs & Dinosaurs, dan banyak game yang saya lupa namanya. Ini lah yang bertanggung jawab akan habisnya duit jajan saya selama seminggu. 

Semua permainan di tempat ding-dong bisa dijelaskan dengan sangat sederhana. Kamu punya koin, bermain, jika beruntung dalam permainannya, kita bisa mendapatkan bonus nyawa extra.  Nyawa extra ini bisa kita gunakan untuk bermain apabila kita mati. Lucunya, game-game di ding-dong ini biasanya tidak ada habisnya. Begitu selesai menamatkan, kita akan dibawa kembali ke awal permainan. Gameplaynya akan tetap sama, namun dengan tingkat kesusahan yang lebih tinggi. Apabila semua nyawa dan nyawa extra telah habis, permainan akan selesai. 

Namun tunggu, masih ada kesempatan jika kamu belum bosan.

Insert more coins to continue … 10 detik. 

So what is it about this ding-dong stuff and shit. Nothing, it just i dont find any good  prologue to declare a war to my new hated phrase, “ITS COMPLICATED“. It really pissed me off when people talking about how complicated “ITS COMPLICATED” is, especially when it comes to explain a love relationship.

“We don’t want each other anymore, but it just don’t over. It’s complicated deh”. Blah! Pemikiran macam apa ini. When it comes to relationship, there’s no “ITS’ OVER”. Relationship, once its started, it will never be ended, i repeat NEVER. It only transform from love-love, love-hate, hate-hate (or other combination, you decided), It’s not complicated at all. There are things out there that more complicated than your relationship.

Think about this:

  1. Pilkada Surabaya it’s more complicated than your relationship. It’s so complicated it makes you don’t care about it.
  2. Global Crisis is more complicated than your relationship. It’s so complicated it makes you don’t want to know about it and keep buying stuff from another country.
  3. “How does rain happen” is more complicated than your relationship, It’s so complicated it makes you want to skip the geography class.
  4. Metamorphosis is more complicated than your relationship, It’s so complicated it makes you got 5 in your biology test.
  5. “Kemanakah Bajaj akan berbelok” is more complicated than your relationship, It’s so complicated it makes only two person that know where will it go, God and Supir Bajaj..
  6. “Ngurus NPWP” is more complicated than your relationship. It’s so complicated it makes you dont want to have one.
  7. Gay thing and stuff like that are compl… oh wait, that is not my teritory and i don’t want to comment about it.
  8. Lihat kesekeliling dan tambahkan sendiri list ini.

So stop whinning about  “ITS COMPLICATED”, as a matter of fact, stop using that phrase, start it from now. Because it really pissed me off and i dont mind to kungfu-kick your jaw when i see you whine about it.

Anyway, i really want to buy my self a ding-dong console, yes i’m talking about that big ding-dong box. I’m gonna put it in my room, for the sake of old time.

Mari menghitung jarak

madonna650wyg8

Hello, it’s me again, and it’s time to write a review about a song that really hook into my ear in this last 24 hours. Since the infamous “umbrella-ela-ela-ela” by the Caribbean boner bait (not to be confused with Captain Jack Sparrow, i know he make some of you turn-on too, you fags! :p), who dissapointed most of indonesian fans with her cancelled tour, there’s no other songs that came into my loop-ad-infinitum playlist. Yes, I’m talking about Madonna’s new single “Miles Away“.

Okay, lets continue. “Miles Away” is a catchy song. Quite different from “Umbrella”, this is not annoying-in-the-beggining-but-in-the-end-hanging-in-your-head-for-god know-how-long-songs. Infact the guitar riff on the opening of the song is really nice (I do hope Madonna release the acoustic version of this songs). Then, a stuttering beat drops in the track slowly (remind me of timbaland beat). Everything run smooth till it’s all filled with atmospheric pop synths.

This song is telling a story of long distance relationship or taking someone for granted probably, depend on how you interpret or relate it. The lyric, awesome. It goes like this:

I just woke up from a fuzzy dream
You never would believe those things that I had seen
I looked in the mirror and I saw your face
You looked right through me, you were miles away

All my dreams they fade away
I’ll never be the same
If you could see me the way you see yourself
I can’t pretend to be someone else

Then with her shinning vocal, Madonna really hook my ears with the reffrain.

You always love me more, miles away
I hear it in your voice, we’re miles away
You’re not afraid to tell me, miles away
I guess we’re at our best when we’re miles away

The songs continue with more melancholy lyric

When no one’s around then I have you here
I begin to see the picture, it becomes so clear
You always have the biggest heart,
When we’re six thousand miles apart

Too much of no sound
Uncomfortable silence can be so loud
Those three words are never enough
When it’s long distance love

I’m alright, don’t be sorry, but it’s true
When I’m gone you’ll realize
That I’m the best thing that happened to you

And in the end of the songs, the unmistakable echoes: “So far away, So far away, So away far”. Perfect! This songs is remind me of her earliest work, and i really recommended it for those of you who really miss Madonna’s spirit and sound in 1980’s (well its also recommended for you who have that pain in the ass relationship called LDR hehehehe). Listen to this songs and i promise you, that it wont get out of your head in a hurry.

Useless fact:

Waktu pertama kali denger liriknya, aku langsung mencari tahu 6000 mil itu berapa kilometer yah? dengan online conversion google aku tau kalo ternyata   6000 mil = 9656.064 kilometer. Yah ternyata jauh dari jarak Jakarta – Surabaya yang cuma 725 km (seperti tertulis di stasiun pasar turi). Nah sekarang mari berhitung:

A. 9 + 6 + 5 + 6 + 0 + 6 + 4 = 36
B. 3 + 6 = 9
C. 7 + 2 +5 = 14
D. 9 + 14 = 23 binggo😉

iTunes 8

Tiga hari belakangan ini saya lagi seneng bermain main dengan iTunes 8, Digital musik player versi terbaru ini mempunyai dua feature yang saya suka.

Grid View:

Tampilan Cover yang sepertinya mengadopsi iPhoto ini lebih menyenangkan ketimbang CoverFlow.

Genius:

Ini playlist yang diciptakan oleh genius, berdasarkan lagu Wait and Bleed oleh Slipknot. Pretty Impressing.

Genius ini sebenarnya hampir mirip dengan feature sidebar iLike. Hanya dengan memilih satu lagu, genius dapat membuat playlist yang setype dengan lagu yang kita pilih. Untuk mengaktifkan Genius, tentu saja harus memiliki account di apple store. (yang tentu saja dapat anda dapakan tanpa harus menggunakan credit card). Namun untuk beberapa lagu sepertinya Genius tidak dapat membuat playlist nya. Seperti lagunya The Beatles. Don’t know why. Yah, Begitulah. 

Plurking in Heaven

Dua hari ini saya sedang suka plurking. Plurk ini sebenarnya adalah Sosial Networking Website dimana kita bisa nulis tentang kegiatan kita, nulis tentang barusan ngeliat apa, sekedar bertanya, curhat colongan, atau apa aja, di timeline. Hampir sama kaya blog, cuma dengan content yang lebih singkat (140 Character). Namun dengan pengisian konten yang singkat ini lah yang bikin plurk jadi gampang nyandunya.

Awalnya pasti bingung, aneh, dan terlihat bodoh kalo nulis di plurk. karena setiap posting akan ada kata-kata aksi seperti: pikir, berharap, telah, bilang, sedang, suka dll. Namun setelah posting beberapa kali ternyata lumayan mengasikkan.

Di Plurk kita juga bisa ngikutin timeline orang, kita bisa ngasi komentar, plus emoticonnya juga lucu (oh that dancing banana is so fuckin annoying, cuma kadang suka ketawa sendiri ngeliatnya). Trus ada sistem Karma, yang sampe sekarang pun ga ngerti gimana itungannya, cuma yang pasti kalo nilainya nambah, maka feature-feature lain di Plurk bakal kebuka.

Well i guess i should try and enjoy this new thing called plurk, sebelum jadi basi dan gag trendy lagi hehe.

Untitled 01

Come ‘ere baby
You know you drive me up the wall
The way you make good for all the nasty tricks you pull
Seems like we’re makin’ up more than we’re makin’ love
And it always seems you’ve got someone on your mind other than me
Girl, you gotta change your crazy ways – you hear me

Lagu itu mengalun pelan. Kutatap wajahnya dalam dalam. Bisa kulihat asap kelabu itu keluar dari bibirnya. Asap yang dia tahu pasti akan membunuhnya. Wajahnya terlihat menegang. Tidak biasanya dia seperti ini. Kerut kerut di dahinya yang biasanya tersenyum, kali ini terlihat begitu serius.

“Kenapa tidak kau katakan saja?”

“Tidak, biarkan saja begini. Aku sudah terbiasa dengan penyiksaan diri seperti ini”

Dia menatapku tanpa ekspresi. Di hembuskannya rokoknya kembali. Ku hela napas panjang, sambil mencoba menebak apa yang dipikirannya.

“Apa yang dia pikirkan? apa aku berbuat satu kesalahan? apa aku menyakitinya? atau memang dia yang terlalu rumit untuk dipahami? atau memang tidak cukup waktu untuk memahaminya? atau memang aku tidak mau untuk memahaminya? atau memang dia tidak mau dipahami? atau emang dia sama sekali tak bakal terpahami”

“Ayolah sayang, tidak-kah engkau mau berbagi dengan ku?

“Tidak!”

“Kenapa?”

“Kenapa aku harus berbagi dengan mu?”

“Lalu sampai kapan begini? kamu diam tidak akan menyelesaikan masalah!”

Dia cuma mengangkat bahu, lalu kembali membakar rokok. Ini batang ke-enambelas sejak aku datang. Dan aku tahu dia tidak akan berhenti sampai disitu. Aku tahu. Aku hapal kebiasaannya.

You’re packin’ up your stuff and talkin’ like it’s tough
and tryin’ to tell me that it’s time to go, yeah!
But I know you ain’t wearin’ nothin’ underneath that overcoat and that it’s all a show, yeah!

“Ok, sekarang mau kamu apa?” kataku padanya

“Tidak ada”

“Kamu juga tetap ga mau cerita?”

“Buat apa?”

“HEY! I’M YOURS DAMMIT! I HAVE A RIGHT TO KNOW  WHATS ON YOUR MIND!?” Jeritku dengan suara meninggi.

Dia tertawa.

“You make me laugh with that funny lines. Hell yeah, one thing doesn’t change. You still funny like the first time i met you”

“Aku tidak sedang bercanda!” Kuturunkan sedikit nada suaraku.

“Aku pun begitu.” Jawabnya dengan nada datar.

Kutatap matanya, kucoba mencari tatapan yang dulu pernah menatapku dengan penuh cinta. Tatapan yang saat ini aku harapkan. Namun tak bisa kutemui. Hanya ada luka yang disana. Luka yang tak akan pernah bisa aku mengerti.

Crazy, crazy, crazy for you baby
I’m losin’ my mind,
Girl cause I’m going crazy
Crazy, crazy, crazy for you baby
You turn it on – then you’re gone
Yeah you drive me…

Listening to Aerosmith – crazy, and have this imaginary conversation while having a cold beer and a pack of starmild.

Lying

“If you tell the truth, you dont have to remember anything”, tiba-tiba saya teringat akan quote ini, entah kenapa. Kalo dipikir-pikir ada benarnya juga, karena kalo selalu jujur ngapain musti ingat apa yang di ucapkan kemaren, apa yang di tuliskan kemaren, toh kalopun di reconfirm lagi kita bakal jawab apa adanya.

Yang menjadi masalah, saya ini pelupa. Pasti selalu lupa. Bahkan saya lupa, kebohongan pertama yang saya lakukan (siapa juga yang ingat coba). And its make me a lousy liars. terkadang tanpa saya sadari saya selalu mengungkap sendiri kebohongan saya. Saya sadar itu, namun kesadaran ini tidak membuat saya menjadi orang jujur hehe. Saya berbohong, untuk hal hal yang menurut saya orang lain tidak perlu tahu. Alasannya simple “No one needed to know the truth. (What is the truth anyway?)”

Namun, menjadi pembohong ternyata tidak membuat saya toleran dengan sesama pembohong lain. I HATE LIARS. And fortunately because i’m a liars, i can recognize them very well. I know them exactly, how they act, how they do the trick, how they camouflage their lies, and somehow i know what kind of lies their trying to cover. Dan Ini lah keuntungannya menjadi pembohong. menyenangkan, walau kadang menyakitkan😀